Dilihat: 6548 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 09-01-2025 Asal: Lokasi
Industri kaleng minuman aluminium di Asia diperkirakan akan mencapai angka USD 5,271 miliar pada tahun 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 2,76%. Kaleng aluminium populer karena kenyamanan dan ramah lingkungan, tetapi berisiko memiliki lapisan plastik dan tepi yang tajam. Jepang dan Asia Tenggara adalah pasar yang besar, dan India memiliki potensi yang besar.

Tinjauan Pasar Kaleng Minuman Aluminium Asia industri
Menurut Bedzis Consulting, ukuran pasar industri kaleng minuman aluminium di Asia adalah USD 5,271 miliar pada tahun 2024, tumbuh pada CAGR sebesar 2,76% dari tahun 2024 hingga 2029.
Kaleng minuman aluminium dihargai karena kenyamanan dan portabilitasnya. Kaleng aluminium juga efektif menghalangi cahaya dan oksigen, sehingga memengaruhi rasa dan kesegaran minuman. Selain itu, kaleng minuman berbahan aluminium lebih cepat dingin dibandingkan bahan lainnya, sehingga pelanggan dapat menikmati minumannya lebih cepat.
Beberapa potensi masalah pada kaleng aluminium dapat menghambat pasar
Produsen kaleng aluminium melapisi kaleng dengan lapisan plastik tipis untuk mencegah aluminium meresap ke dalam makanan. Namun salah satu efek samping dari penambahan lapisan plastik pada kaleng aluminium adalah konsumen mungkin terpapar zat beracun yang berada di luar batas aman. Selain itu, ketika orang membuka kaleng aluminium, bagian dalamnya dapat menyebabkan cedera karena ujungnya yang tajam, yang merupakan risiko yang tidak dimiliki oleh bahan kemasan makanan jenis lain. Cedera akibat membuka kaleng aluminium mungkin memerlukan jahitan, pembalut steril, dan antibiotik, sebuah risiko yang dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa.
Menjual minuman dalam kaleng aluminium dan menghindari plastik merupakan tren di Asia, namun kaleng aluminium bukannya tanpa bahaya. Kaleng aluminium tidak sepenuhnya ramah lingkungan, dan produksi aluminium menghabiskan banyak listrik serta menghasilkan sejumlah emisi kimia gas rumah kaca.
Penggerak pasar untuk Kaleng Minuman Aluminium
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat gelombang publisitas negatif dan reaksi konsumen terhadap produk plastik sekali pakai, khususnya botol plastik. Gambar botol yang tumpah ke tempat pembuangan sampah dan berdampak buruk pada ekosistem membuat konsumen tidak nyaman. Karena kaleng aluminium memiliki tingkat daur ulang yang lebih tinggi dan lebih banyak bahan daur ulang dibandingkan produk pesaing, kaleng aluminium secara bertahap diakui sebagai alternatif terbaik.
Semakin banyak negara dan perusahaan di Asia yang menunjukkan kepedulian mereka terhadap perlindungan lingkungan melalui tindakan praktis. Misalnya, di India, Hindalco Industries LTD., Boor Beverage Packaging (India) dan Can-Pack India telah bersama-sama mendirikan Asosiasi Kaleng Minuman Aluminium pertama di India yang diberi nama Asosiasi Kaleng Minuman Aluminium India-'ABCAI'; Di Vietnam, perusahaan minuman Winking Seal Bia Co. bersama-sama meluncurkan produk air minum kemasan beWater, yang dikemas dalam kaleng aluminium, bersama TBC-Boer Vietnam Beverage Co. LTD dan Boer Asia Pacific Co. LTD. Oleh karena itu, di Asia, peningkatan kesadaran akan bahaya produk plastik merupakan pendorong yang penting.
Peluang Pasar Kaleng Minuman Aluminium
Jepang dan Asia Tenggara merupakan dua wilayah dengan pangsa pasar kaleng aluminium terbesar. Jepang memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi, sangat mementingkan perlindungan lingkungan, dan tingkat daur ulang kaleng aluminium berada di garis depan dunia. Namun, karena tekanan populasi yang menua dan biaya penggunaan kaleng aluminium di Jepang, permintaan hilir menurun. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, volume penjualan kaleng aluminium di Jepang mengalami tren menurun, dan beberapa perusahaan harus mengurangi produksi kaleng aluminium (seperti Showa Denko), yang mengakibatkan penurunan pangsa pasar. Sebaliknya, kawasan Asia Tenggara justru memperoleh pangsa pasar karena meningkatnya investasi perusahaan multinasional. Dengan perkembangan ekonomi dan pertumbuhan populasi, wilayah ini diharapkan menjadi pasar pertumbuhan berikutnya, memberikan peluang bagi pasar. Kedua, India saat ini memiliki pangsa pasar yang kecil, namun munculnya larangan plastik sekali pakai menjadi pendukung kebijakan kaleng aluminium yang memaksa perusahaan-perusahaan yang ingin memasuki pasar India untuk mengambil arah yang lebih sesuai. Oleh karena itu, ada banyak potensi pasar aluminium masa depan di India.